Jumat, 13 April 2012

TEORI-TEORI KOMUNIKASI ANTARPRIBADI

APREHENSI KOMUNIKASI
            Aprehensi komunikasi merupakan kondisi kognitif seseorang yang mengetahui bahwa dirinya saat berkomunikasi dengan orang lain karena kekewatiran dan ketakutannya, tak memiliki pikiran apapun dalam benaknya dan juga tidak memahami sebeb akibat sosial sehingga menjadi orang yang mati rasa.
Mc Croskey menyatakan bahwa apresiensi komunikasi itu muncul pada manusia karena pengaruh suasana komunikasi rumahnya.
B.     SELF – DISCLOSURE
            Self disclosure merupakan kajian komunikasi dari perspektif internasional. Sesuai dengan istilah untuk menyebut perspektif ini maka perhatian utama dalam tindak komunikasi adalah aspek interaksi. Dalam interaksi tersebut terlibat indikator-indikator sebagai individu – sosial. Yakni individu yang mengembangkan segenap potensi kemanusian melalui interaksi sosial(fister:1986:243)

C.     TEORI PENETRASI SOSIAL
            Teori ini pada intinya menyatakan bahwa kedekatan antarpribadi itu berlangsung secara bertahap dan berurutan yang di mulai dari taraf biasa-biasa saja hingga mencapai tahap intim. Sebegai salah satu fungsi dari dampak saat ini, maupun dampak masa depan. Sejauh mana keintiman itu bisa bertahan membutuhkan keluasan dan kedalaman self disclosure diantara pihak-pihak yang menjalin relasi antarpribadi.
Pada dasarnnya, konsep penetrasi sosial menjelaskan bagaimana kedekatan relasi itu bergemabng, gagal untuk berkembang atau berhenti. Konsep ini berusaha untuk menjelaskan bagaimana proses seperti itu bisa terjadi.

D.    TEORI PENGURANGAN KETIDAKPASTIAN
            Teori pengurangan ketidakpastian ini mengungkap beberapa aksioma, yang berkaitan dengan apa yang dilakukan manusia dalam menjalin relasi antarpribadi.
Aksioma tersebut adalah sebagai berikut:
1.     Komunikasi verbal : mengahdapi tingginya ketidakpastian pada awal       perjumpaan dengan orang yang tidak dikenal.
2.     Kehangatan non verbal :begitu terjadi peningkatan ekspresi nonverbal maka derajat ketidakpastian akan berkurang pada situasi awal interaksi.
3.     Pencarian informasi : tingginya derajat ketidak pastian akan meningkatkam prilaku informasi
4.     Self-disclosure: tingginya ketidakpastian dalam 1 relasi akan menurunkan derajat intim dalam komunikasi
5.     Timbal balik: tingginya ketidakpastian menghasilkan tingginya tinkat timbal balik.


A.    TEORI DIALEKTIKA RELASIONAL.

Relasi antarpribadi itu tidak statis atau menurut teori dialektika relational, bersifat cair. Orang-orang yang menjalin relasi dan berkomunikasi antarpribadi pada batinya mengalami apa yang dinamakan tarikan konfli. Tarikan konflik itulah yang menyebabkan relasi menjadi selalu berada dalam kondisi cair, yang di kenal sebagai ketegangan dialektis. Kita berayun-ayun diantara dua kutub relasi. Antara harmonis dan konflik atau antara akrab dan musuhan.
Teori ini melihat 2 dialektika yang terjadi dalam relasi antarpribadi :
1.     Dialektika internal, yang berlangsung didalam relasi antarpribadi
2.     Dialektika eksternal, yang terjadi antara orang yang menjalin relasi dengan berkomunikasi


B.     TEORI PENILAIAN SOSIAL.
Teori penilaian sosial melihat pengaruh komunikasi antarpribadi melalui bagaimana individu di pengaruhi oleh kelompok acuanya, yakni kelompok yang digunakan untuk merumuskan identitas individu tersebut, menurut teori ini maka sikap kita dipetakan dalam 1 kontinum, menurut teori ini maka sikap kita tidak bisa berada dalam 1 wilayah tertentu yang dinamakan latitude.
Wilayah ini ada 3, yaitu ada wilayah penolakan, wilayah penerimaan, dan wilayah nonkomitmen. Teori ini menyatakan makin besar perbedaan antara pendapat pembicara dan pandangan pendengaranya maka akan makin besar juga perubahan sikapnya, sejauh pesan tersebut berada dalam wilayah penerimaannya. Selain itu keterlibatan ego yang tinggi menunjukan luasnya wilayah penolakan. Apabila pesan yang disampaikan pada orang lain berada pada wilayah penolakan orang lain yang memiliki keterlibatan ego tinggi maka akan menimbulkan efek yang biasa dinamakan efek bumerang.

SUMBER : Komunikasi Antarpribadi Universitas Terbuka

Etika dalam Pergaulan Hidup Manusia

Etika dalam Pergaulan Hidup Manusia

Sebagai makluk sosial, manusia tak mungkin hidup sendiri di dunia ini. Manusia akan selalu membutuhkan kehadiran orang lain sehingga manusia menjalin relasi dengan orang lain. Benuk relasi nyata adalah berkomunikasi.
            Sebagai makluk sosial juga, manusia terikat pada etika yang berlaku pada satu kelompok masyarakat tempatnya tinggal. Persoalanya, manusia bukan hanya dihadapkan pada pilihan, yang baik dan buruk atau patut dalam kehidupanya, melaikan juga dihadapkan pada permasalahan etis yang rumit.


A.    ISU ISU ETIS DALAM KOMUNIKASI

Tubs dan Moss (2000:273) Kebohongan adalah suatu pesan yang sengaja menipu dalam bentuk suatu pernyataan. Definisi seperti ini oleh tubs dan moss di pandang di berikan tekanan pada niat seseorang untuk menipu atau menyesatkan lewat komunikasi non verbal. Dengan niat seperti ini maka bisa saja ada bagian-bagian informasi yang disembunyikan atau sengaja dihilangkan atau bisa saja mengajikan informasi palsu seolah-olah sebagai informasi yang benar.
Ini membawa kita pada alasan mengapa manusia berbohong. Bok dan Lippard (tubs dan moss 2000:274) . Ada 5 hal manusia berbohong :
1.     Melindungi atau memperoleh sumber daya material seperti uang,rumah atau pekerjaan.
2.     Untuk melindungi diri sendiri baik dengan menghindar atau penyingkapan diri atau meningkatkan citra diri
3.     Mengurangi atau meningkatkan afiliasi dengan orang lain, seperti supaya bisa masuk kedalam satu kelompok misalnya klub penggemar sepak bola.
4.     Untuk menghidari konflik, seperti seorang anak yang berbohong tidak ikut main bola dengan temanya karena harus mengerjakan pr.
5.     Untuk melindungi orang seperti yang sudah kita contohkan


CARA dan TUJUAN

Manakala manusia dihadapkan pada pilihan etis atau menilai tindak komunikasi yang dilakukannya, salah satu pendekatan yang biasa dipakai adalah menggunakan prinsip jalan tengah atau populer dengan sebutan jembatan emas (glden mean) dari Aritoletes. Sesuai dengan namanya, jembatan emas atau jalan tengah ini adalah pilihan pada satu jalan yang berada di tengah-tengah dua titk ekstrem.
      Sesungguhnya ini merupakan praktik pilihan etis yang sering kita lakukan, termasuk tindakan-tindakan yang tak menghadapakan kita pada pilihan etis yang rumit. Namun perlu diingat, prinsip jalan tengah ini bukan berarti bisa membenarkan tindakan-tindakan yang tidak etis karena sudah jelas salah maka harus disalahkan. Tidak ada jalan tengah untuk perzinahan, pembunuhan, pencurian, dan tidak setiap tindakan atau kehendak memiliki jalan tengah untuk hal yang nyata salah, tidak patut atau keliru. Apalagi kita ingit kata Aritoletes Kebenaran adalah hal yang mulia dan terpuji.

Etika dan Teknologi Komunikasi dalam Komunikasi Antarpribadi.

      Kemajuan komunikasi dan informasi memungkinkan manusia melakukan komunikasi tanpa negenal jarak dan waktu. Teknologi komunikasi dan informasi tersebut mampu meningkatkan kemampuan komunikasi manusia yang mengatasi jarak dan kendala geografis, selain meningkatkan kecepatan berkomunikasi dan volume informasi yang dikomunikasikan. Teknologi komunikasi dan informasi juga melahirkan bentuk-bentuk baru komunikasi manusia, termasuk berkomunikasi antarpribadi.
      Kemungkinan-kemungkinan baru berkomunikasi tersebut melahirkan tantangan baru apabila dilihat dari sisi etika berkomunikasi. Salah satu bentuk komunikasi antarpribadi yang dibuka kemungkinanya terjadi oleh teknologi komunikasi yang paling populer adalah chating. Dalam melakukan chatting, para chatter bisa saja dan sering kali saling mempertukarkan informasi palsu, kebohongan dilakukan secara tidak sadar dan tanpa perasaan bersalah telah berbuat bohong.
 
SUMBER : Komunikasi Antarpribadi Universitas Terbuka

Minggu, 08 April 2012

RELASI MANUSIA dan KOMUNUNIKASI ANTARPRIBADI

Pada dasarnya, relasi antarpridi itu bersifat dinami, sehingga bisa berubah dari titk harmonis ketitik konflik. komunikasi memegang peran penting dalam membangun, mengebangkan, dan menjaga relasi antarpribadi.
Titik penting dalam relasi antarpribadi itu ada pada pemahman komunikasi bisa membangun pemahaman tetapi bisa juga sebliknya memmbangun ketidaksalahpahaman atau salah pengertian apabila dibangun komunikasi mampu membangun pemahaman maka relasi antarpribadi terbangun rasa percaya diri sehingga membawa pada keterbukaan dan akirnya relasi yang intim. Kemampuan komunikasi dengan baik juga merupakan kemamumpuan yang khas yang dimiliki oleh yang memiliki kecerdasan antrapribadi.


Ciri-Ciri kemampuan menjalin relasi dan berkomunikasi
1. menunjukan empati terhadap orang lain.
2.Di hargai sesama
3. Menjalin relasi yang baik dengan sebaya
4.Menujukan kemampuan memimpin
5.Bekerja secara kooperatif dengan relasi orang lain.
6.Bisa bertindak sebagai moderator atau konselor bagi orang lain
7.Peka terhadap orang lain
8.Bisa memahami orang lain
9. Memiliki kemampuan meorganisasikan komunikasi dan adakalanya memanipulasi orang lain

RELASI dan KEBUTUHAN MANUSIA


Dalam hirarki kebutuhan, manusia memiliki kebutuhan-kebutuhan dari yang paling hingga yang tertinggi seperti berikut:
1. Kebutuhan fisiologis: kebutuhan mempertahankan kelangsungan hidup
2. Kebutuhan rasa aman seperti mendapatkan perlindungan aman
3. Kebutuhan cinta kasih dan memiliki seperti mendapatkan pasangan hidup
4.Kebutuhan harga diri seperti ingin di hargai dan di hormati oranglain.
5.Kebutuhan aktualisasi diri seperti mengikuti club dan prestisius

Jalaludin rahman(1985:47-49) Menjelaskan bahwa motif manusia dapat diuraikan berdasarkan pendekatan sosiogenis, yakni motif sekunder sebgai lawan dari motif primer(biologis)
motif-motif tersebut mencakup sebagai berikut:
1. Motif ingin tahu : mengerti, menata, memduga,
2.Motif kompetensi: menunjukan kemapuan menyelesaikan masalah.
3. Motif cinta: mencintai dan dicintaiorang lain
4. Motif harga diri dan kebutuhan untuk mencari identitas
5. Kebutuhan akan pemenuhan atau aktualisasi diri

SIFAT RELASI MANUSIA

Komunikasi memegang peran penting dalam membangun relasi harmonis atau menyelesaikan konflik.
Bahkan konflik pada dasarnya merupakan persepsi atas pikiran dan perasaan orang lain dari diri sendiri kita yang berkomunikasi oleh karena itu komunikasi bisa melahirkan konflik bisa mencerminkan konflik apakah menjadi destruktif atau konstruktif

Dalam mengatasi konflik manusia memiliki kemampuan untuk mengelola konflik tersebut. Ada beberapa strategi yang bisa di pergunakan dalam strategi tersebut sebagai berikut:
1. Menghindar
2. Memaksa orang lain untuk menerima solusi yang ditawarkan
3. Melunak
4. Kompromi
5. Memandang konflik sebagai perkara yang harus diselesaikan

Ini kurang lebih sama dengan pendekatan managemen konflik yang memiliki cara mengatasi konflik dengan cara berikut:
1. Menmghindar
2. Membantu
3.Kompromi
4. Dominasi
5.Intergrasi


PENGEMBANGAN RELASI DALAM KOMUNIKASI ANTARPRIBADI

Jenis-jenis relasi yang ada dalam kehidupan meliputi:
1. Relasi yang di formalkan sepertinperkawinan
2. Relasi intim seperti sepasang kekasih
3.Persahabatan
4. Keluarga
5.Kekerabatan
6.Persaudaraan

Untuk membangun relasi yang akrab itu kita perlu mengetahui apa yang diharapkan manusia akan mendapatkan kegembiraan, keyakinan, berbagi kepercayaan. saling membantu, spontanitas, sedangkan untuk relasi dalam keluarga kita bisa menggunakan teori pandangan komunikasi antarpribadi.
Teoti ini antara lain di bangun perdasarkan aksioma bahwa komunikasi adalah isi ditambah relasi. oleh karena itu dalam berkomunikasi antarpribadi inti dan relasi menjadi faktor yang ditentukan.




sumber: Komunikasi antarpribadi Universitas Terbuka . 

Senin, 02 April 2012

Blog catatan kuliah 3



KONSEP DIRI

Konsep diri adalah bagaimana kita memandang diri kita sendiri berdasarkan pengalaman kita berinteraksi dengan orang lain.
Menurut William D. Brooks menyebutkan konsep diri sebagai persepsi fisik, sosial, dan psikologis atas diri kita sendiri yang berseumber dari pengalaman dan interaksi kita dengan oranglain. Dan bisa diuraikan sebagai berikut
1.     Persepsi fisik, yang berkaitan dengan bagaimana kita mempersepsikan diri kita secara fisik, apakah kita jelek ataukah kita tampan atau cantik.
2.     Persepsi sosial, yang berkaitan dengan bagaimana pandangan oranglain  tentang diri kita, apakah kita orang yang mudh bergaul atau tidak.
3.     Persepsi psikologis, berkaitan apa yang ada dengan diri kita, apakah kita orang yang keras kepala atau tidak.
4.     Pengalaman, yang berkaitan tentang sejarah hidup kita misalnya, kita menjadi anak yang keras kepala karna kita sering di perlakukan sebagai anak  berada di tempat yang salah.
5.     Interaksi dengan orang lain, yang terkait dengan lingkungan kita.

B. PERSEPSI      
            Menurut rahmat (1985;64) Persepsi adalah pengalaman tentang objek, peristiwa, atau hubungan yang di peroleh untuk menyimpulkan informasi dan menafsirkan pesan.
Persepsi di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:
1.     Faktor sitiasional, adakalanya dikatakan sebagai diterminan perhatian yang sifatnya eksterna
2.     Faktor personal, adalah faktor biologis dan faktor sosiopsiologis. Faktor biologis adalah kondisi biologis kita saat kita mempersepsikan sesuatu sedangkan faktor sosiopsikologis adalah terkait akan motif, sikap kebiasaan, dan kemauan dalam mempersepsikan sesuatu.
3.     Faktor fungsional adalah yang menentukan persepsi kita bersumber dari kebutuhan pengalaman masa lalu.

C. KONSEP DIRI
            Dalam kaitannya dengan komunikasi antarpribadi. Konsep diri ini memegang peran penting. Oleh karena itu bagaimana kita berkomunikasi dengan orang lain akan di tentukan pleh cara kita memandang diri kita sendiri.
Bagaimana perilaku kita melalukan komunikasi tersebut dapat dilihat melalui konsep diri yang kita miliki apakah konsep diri kita positif ataukah negatif. Selain itu juga dipengaruhi oleh oleh watak ekstrovet atau introvet diri kita karena komunikasi antarpribadi melihat diri maka akan menggunakan model jendela johari jika kita bisa membagi diri itu menjadi diri publik dan diri privat


Self – disclosure

            Self- disclosure pada dasarnya merupakan bentuk merupakan bentuk komunikasi yang menyampaikan informasi tentang diri kita sendiri yang biasanya disimpan atau disembunyikan kepada orang lain. Informasi yang biasanya disampaikan kepada orang lain itu adalah informasi yang sifatnya pribadi. Tentu saja tidak kepada semua orang informasi itu disampaikan dan umumnya apabila disampaikan lebih sering dalam bentuk komunikasi anatarpribadi atau komunikasi dyadik.
Self- disclosure memiliki beberapa dimensi dan fungsi .
Menurut joseph A. Devito dimensi-dimensi self – disclosure adalah

1.     Jumlah self-disclosure
2.     Valensi self-disclosure
3.     Kecermatan dan kejujuran
4.     Maksud dan tujuan
5.     Keakraban

Fungsi self- disclosure yaitu:
A.    Pengetahuan tentang diri
B.     Kemampuan menyelesaikan masalah
C.     Pelepasan energi
D.    Efektivitas komunikasi
E.     Membangun hubungan pribadi yang bermakna
F.     Kesehatan psikologis

Hal-hal yang mempengaruhi self-disclosure:
A.    Efek dyadik
B.     Jumlah kalayak
C.     Topik yang dibahas
D.    Valensi
E.     Jenis kelamin
F.     Ras, nasionalitas, dan usia
G.    Mitra dalam komunikasi

Dalam melakukan self-disclosure, khususnya dalam konteks kominikasi antarpribadi, membutuhkan persyaratan adanya hubungan timbal balik artinya, self-disclosure yang kita lakukan dibalas dengan self-dosclosure pula oleh lawan komunikasi kita. Ini merupakan salah satu ciri self-disclosure, yakni bersifat timabal balik. Hubungan timbal balik karena keakraban. Oleh karena itu keakraban merupakan salah satu dimensi sekf – disclosure terhadap orang yang dipandanya sudah akrab dengannya. Oleh karena itu, self-disclosure tak mungkin terjadi dalam relasi yang sifatnya saling mencurigai atau saling musuhan.
            Salah satu aspek paling penting self-disclosure dalam komunikasi antarpribadi adalah fungsinya yang bisa meninggkatkan efektivitas komunikasi antarpribadi.

Catatan kuliah 2


Komunikasi verbal dalam komunikasi antarpribadi

A. Pengertian Komunikasi Nonverbal dan Bahasa Tubuh
            Komunikasi nonverbal adalah semua ekspresi eksternal selain kata-kata terucap atau tertulis. Menurut jandt yang menyebutkan komunikasi sebagai pesan yang disampaikan tanpa menggunakan kata-kata atau bisa disebut juga sebagai penggunaan secara internasional seperti menggunakan simbol non lisan untuk mengomunikasikan pesan tertentu. Dari perspektif ini komunikasi merujuk pada tindakan secara luas menurut jandt, komunikasi nonverbal mengaruh pada unsur-unsur lingkungan yang di pergunakan manusia dalam berkomunikasi.
Berdasarkan penegrtian luas tersebut maka kita bisa membedakan dengan tegas antara komunikasi nonverbal dan bahasa tubuh .
Bahasa tubuh adalah penyampaian pesan nonlisan yang menggunakan pesan kemampuan seluruh anggota badan untuk menyampaikan pesan.

B. FUNGSI KOMUNIKASI NONVERBAL
            Fungsi komunikasi nonverbal dalam komunikasi manusia
1. Menggantikan pesan lisan, biasanya dilakukan bila situasi tak mungkin untuk menyampainkan pesan lisan. Misalnya, dalam kebisingan saat menyaksikan konsep musik maka orang berkomunikasi dengan menggunakan isarat.
2. Menyampaikan pesan-pesan yang tak enak disampaikan secara lisan misalnya, sepasang kekasih yang jatuh cinta merasa malu untuk menyatakan cintanya secara verbal. Namun mereka lebih menggungkapkan pandangan mata.
3. Membentuk kesan yang mengarahkan komunikasi, saat kita melamar kerja     pada saat diwawancarai kita menggunakan pakaian yang rapih dan sopan.
4. Mempererat relasi, misalnya “akulah yang paling berkuasa disini’’. Dengan menggenakan pakaian kebesaran atau simbol kekuasaan.
5. Mengatur interaksi, mana kala kita terlibat dalam percakapan antarpribadi misalnya, kita menggangkat tangan yang menunjukan kita meminta waktu untuk diberi kesempatan berbicara.
6. Memperkuat dan memodifikasi pesan verbal, misalnya kita menceritakan tabrakan kereta api dengan tangan kanan dan kiri untuk menggambarkan tabrakan itu.

C. JENIS – JENIS KOMUNIKASI NONVERBAL
1. Proxemics (kedekatan) untuk menunjukan adakalanya ruang atau teritorial baku dan ruang personal yang digunakan dalam berkomunikasi
2. Kinesics (kinesik)
Menunjukan gerak – gerik atau sikap tubuh, gerak tubuh, ekspresi wajah.
3. Chronemics (kronemiks) yang berkaitan dengan waktu dengan memandang waktu itu berjalan linear atau mengikuti garis lurus yang bergerak lurus dari titik awal ketitik akir.
4. Paralangue (parabahasa), menunnjukan unsur nonverbal suatu dalam percakapan verbal, meliputi karakter vocal,.
5. Kebisuan,kebisuan bisa mengomunikasikan persetujuan,apatis,terpesona,binggung dan menyesal.
6. Haptics,berkaitan dengan penggunaan sentuhan dalm komunikasi
7. Tampilan fisik dan busana, Misalnya orang melayat pakai baju hitam
8. Olfatics, berhubungan dengan indra penciuman dalam komunikasi nonverbal
9. Oculesics, menunjukan pesan malalui mata ,mata melotot menunjukan bahwa ia sedang marah.



Catatan kuliah 2
Komunikasi verbal dalam komunikasi antarpribadi

A.Pengertian Komunikasi Nonverbal dan Bahasa Tubuh

            Komunikasi nonverbal adalah semua ekspresi eksternal selain kata-kata terucap atau tertulis. Menurut jandt yang menyebutkan komunikasi sebagai pesan yang disampaikan tanpa menggunakan kata-kata atau bisa disebut juga sebagai penggunaan secara internasional seperti menggunakan simbol non lisan untuk mengomunikasikan pesan tertentu. Dari perspektif ini komunikasi merujuk pada tindakan secara luas menurut jandt, komunikasi nonverbal mengaruh pada unsur-unsur lingkungan yang di pergunakan manusia dalam berkomunikasi.
Berdasarkan penegrtian luas tersebut maka kita bisa membedakan dengan tegas antara komunikasi nonverbal dan bahasa tubuh .
Bahasa tubuh adalah penyampaian pesan nonlisan yang menggunakan pesan kemampuan seluruh anggota badan untuk menyampaikan pesan.
B.FUNGSI KOMUNIKASI NONVERBAL
            Fungsi komunikasi nonverbal dalam komunikasi manusia
1.Menggantikan pesan lisan, biasanya dilakukan bila situasi tak mungkin untuk menyampainkan pesan lisan. Misalnya, dalam kebisingan saat menyaksikan konsep musik maka orang berkomunikasi dengan menggunakan isarat.
2.Menyampaikan pesan-pesan yang tak enak disampaikan secara lisan misalnya, sepasang kekasih yang jatuh cinta merasa malu untuk menyatakan cintanya secara verbal. Namun mereka lebih menggungkapkan pandangan mata.
3.Membentuk kesan yang mengarahkan komunikasi, saat kita melamar kerja     pada saat diwawancarai kita menggunakan pakaian yang rapih dan sopan.
4.Mempererat relasi, misalnya “akulah yang paling berkuasa disini’’. Dengan menggenakan pakaian kebesaran atau simbol kekuasaan.
5.Mengatur interaksi, mana kala kita terlibat dalam percakapan antarpribadi misalnya, kita menggangkat tangan yang menunjukan kita meminta waktu untuk diberi kesempatan berbicara.
6.Memperkuat dan memodifikasi pesan verbal, misalnya kita menceritakan tabrakan kereta api dengan tangan kanan dan kiri untuk menggambarkan tabrakan itu.

C.JENIS – JENIS KOMUNIKASI NONVERBAL
1. Proxemics (kedekatan) untuk menunjukan adakalanya ruang atau teritorial baku dan ruang personal yang digunakan dalam berkomunikasi
2.Kinesics (kinesik)
Menunjukan gerak – gerik atau sikap tubuh, gerak tubuh, ekspresi wajah.
3. Chronemics (kronemiks) yang berkaitan dengan waktu dengan memandang waktu itu berjalan linear atau mengikuti garis lurus yang bergerak lurus dari titik awal ketitik akir.
4.Paralangue (parabahasa), menunnjukan unsur nonverbal suatu dalam percakapan verbal, meliputi karakter vocal,.
5.Kebisuan,kebisuan bisa mengomunikasikan persetujuan,apatis,terpesona,binggung dan menyesal.
6.Haptics,berkaitan dengan penggunaan sentuhan dalm komunikasi
7.Tampilan fisik dan busana, Misalnya orang melayat pakai baju hitam
8.Olfatics, berhubungan dengan indra penciuman dalam komunikasi nonverbal
9.Oculesics, menunjukan pesan malalui mata ,mata melotot menunjukan bahwa ia sedang marah.