Jumat, 13 April 2012

Etika dalam Pergaulan Hidup Manusia

Etika dalam Pergaulan Hidup Manusia

Sebagai makluk sosial, manusia tak mungkin hidup sendiri di dunia ini. Manusia akan selalu membutuhkan kehadiran orang lain sehingga manusia menjalin relasi dengan orang lain. Benuk relasi nyata adalah berkomunikasi.
            Sebagai makluk sosial juga, manusia terikat pada etika yang berlaku pada satu kelompok masyarakat tempatnya tinggal. Persoalanya, manusia bukan hanya dihadapkan pada pilihan, yang baik dan buruk atau patut dalam kehidupanya, melaikan juga dihadapkan pada permasalahan etis yang rumit.


A.    ISU ISU ETIS DALAM KOMUNIKASI

Tubs dan Moss (2000:273) Kebohongan adalah suatu pesan yang sengaja menipu dalam bentuk suatu pernyataan. Definisi seperti ini oleh tubs dan moss di pandang di berikan tekanan pada niat seseorang untuk menipu atau menyesatkan lewat komunikasi non verbal. Dengan niat seperti ini maka bisa saja ada bagian-bagian informasi yang disembunyikan atau sengaja dihilangkan atau bisa saja mengajikan informasi palsu seolah-olah sebagai informasi yang benar.
Ini membawa kita pada alasan mengapa manusia berbohong. Bok dan Lippard (tubs dan moss 2000:274) . Ada 5 hal manusia berbohong :
1.     Melindungi atau memperoleh sumber daya material seperti uang,rumah atau pekerjaan.
2.     Untuk melindungi diri sendiri baik dengan menghindar atau penyingkapan diri atau meningkatkan citra diri
3.     Mengurangi atau meningkatkan afiliasi dengan orang lain, seperti supaya bisa masuk kedalam satu kelompok misalnya klub penggemar sepak bola.
4.     Untuk menghidari konflik, seperti seorang anak yang berbohong tidak ikut main bola dengan temanya karena harus mengerjakan pr.
5.     Untuk melindungi orang seperti yang sudah kita contohkan


CARA dan TUJUAN

Manakala manusia dihadapkan pada pilihan etis atau menilai tindak komunikasi yang dilakukannya, salah satu pendekatan yang biasa dipakai adalah menggunakan prinsip jalan tengah atau populer dengan sebutan jembatan emas (glden mean) dari Aritoletes. Sesuai dengan namanya, jembatan emas atau jalan tengah ini adalah pilihan pada satu jalan yang berada di tengah-tengah dua titk ekstrem.
      Sesungguhnya ini merupakan praktik pilihan etis yang sering kita lakukan, termasuk tindakan-tindakan yang tak menghadapakan kita pada pilihan etis yang rumit. Namun perlu diingat, prinsip jalan tengah ini bukan berarti bisa membenarkan tindakan-tindakan yang tidak etis karena sudah jelas salah maka harus disalahkan. Tidak ada jalan tengah untuk perzinahan, pembunuhan, pencurian, dan tidak setiap tindakan atau kehendak memiliki jalan tengah untuk hal yang nyata salah, tidak patut atau keliru. Apalagi kita ingit kata Aritoletes Kebenaran adalah hal yang mulia dan terpuji.

Etika dan Teknologi Komunikasi dalam Komunikasi Antarpribadi.

      Kemajuan komunikasi dan informasi memungkinkan manusia melakukan komunikasi tanpa negenal jarak dan waktu. Teknologi komunikasi dan informasi tersebut mampu meningkatkan kemampuan komunikasi manusia yang mengatasi jarak dan kendala geografis, selain meningkatkan kecepatan berkomunikasi dan volume informasi yang dikomunikasikan. Teknologi komunikasi dan informasi juga melahirkan bentuk-bentuk baru komunikasi manusia, termasuk berkomunikasi antarpribadi.
      Kemungkinan-kemungkinan baru berkomunikasi tersebut melahirkan tantangan baru apabila dilihat dari sisi etika berkomunikasi. Salah satu bentuk komunikasi antarpribadi yang dibuka kemungkinanya terjadi oleh teknologi komunikasi yang paling populer adalah chating. Dalam melakukan chatting, para chatter bisa saja dan sering kali saling mempertukarkan informasi palsu, kebohongan dilakukan secara tidak sadar dan tanpa perasaan bersalah telah berbuat bohong.
 
SUMBER : Komunikasi Antarpribadi Universitas Terbuka

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar